Karakteristik Pemimpin Masa Depan

Karakteristik Pemimpin Masa Depan
Adapun karakteristik seorang pemimpin masa depan didasarkan kepada prinsip-prinsip sebagai berikut: 

1. Seorang yang belajar seumur hidup

Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar. 

Belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Bedasarkan idea tersebut konsep belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan sebagai belajar berkesinambungan (continuing learning).

Dengan terus menerus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui ini, mereka tidak akan terasing dan generasi muda, mereka tidak akan menjadi snile atau pikun secara dini, dan tetap dapat memberikan sumbangannya bagi kehidupan di lingkungannya. 

Belajar apabila membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai jumlah pengetahuan, melainkan juga dalam bentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, penghargaan, minat, penyesuaian diri. Pendeknya mengenai segala aspek organisme atau pribadi seseorang. Karena itu seorang yang belajar ia tidak sama lagi dengan saat sebelumnya, karena ia lebih sanggup menghadapi kesulitan memecahkan masalah atau menyesuaikan diri dengan keadaan. Ia tidak hanya bertambah pengetahuannya, akan tetapi dapat pula menerapkanya secara fungsional dalam situasi hidupnya. 

2. Berorientasi pada pelayanan

Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik. Seorang pemimpin harus memiliki empati dan simpati kepada orang yang dipimpinnya. Dalam memimpin, pemimpin harus dapat memberikan motivasi kepada orang yang dipimpinnya. Sebagai rakyat, kita tentu membutuhkan pemimpin yang dapat memberikan motivasi ketika kita sedang dalam kesulitan. 

Kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan pemimpin tersebut untuk mengelola dirinya sendiri, kemudian bergerak keluar untuk mengelola dan melayani rakyatnya. Disinilah pentingnya integritas dan karakter pemimpin sejati agar diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. 

Tujuan utama kepemimpinan adalah melayani orang yang dipimpinnya, dalam hal ini rakyatnya. Pemimpin sejati berorientasi untuk membangunan masyarakat dan daerahnya, bukan membangun diri dan keluarga serta golongannya. Kepentingan publik lebih utama dibandingkan kepentingan diri dan golongannya. Pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabel. Artinya memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap institusi dan orang yang dipimpinnya. Seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggung jawabkan baik kepada rakyatnya maupun Tuhan Yang Maha Esa. 

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya. Mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadinya. Memiliki ketahanan mental yang kuat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi.

3. Membawa energi yang positif

Setiap orang mempunyai energi dan semangat. menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti: 

a. Percaya pada orang lain

Seorang pemimpin mempercayai orang lain, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan suatu pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. 

b. Keseimbangan dalam kehidupan

Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya dengan mengarah  kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat. 

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan 

Kata 'tantangan' sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreativitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan. 

d. Sinergi

Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perseorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja.

Seseorang yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria, yaitu : 

1. Pengaruh

Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh. 

Untuk dapat mempengaruhi, seorang pemimpin harus memiliki beberapa kemampuan seperti kemampuan untuk berkomunikasi, kemampun menjalin hubungan dengan sesama manusia, kemampuan memotivasi orang lain untuk bekerja, kemampuan untuk memanajemen organisasi, kemampuan untuk berbicara di depan publik dan yang lebih penting dari semua itu dia dapat menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya (integritas). Tanpa keteladanan, jika seorang pemimpin hanya bisa berbicara tanpa bisa berbuat maka, dia tidak akan dipercaya dan tidak akan didengarkan oleh orang lain sehingga kepemimpinannya berubah menjadi tidak efektif. 

2. Kekuasaan

Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan. 

3. Wewenang

Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.

4. Pengikut 

Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

Pemimpin adalah inti dari organisasi. Ini berarti bahwa organisasi akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya.

Subscribe untuk artikel update:

0 Response to "Karakteristik Pemimpin Masa Depan"

Posting Komentar