Melankolis – Si Perfeksionis

Karakter Melankolis
Orang-orang di tipe ini merupakan orang yang unik. Jika Anda pada saat melihat 4 gambar dibawah memilih gambar bentuk Kotak, maka Anda memiliki karakter yang dominan melankolis. 

Karakter Melankolis
Mereka adalah orang-orang yang sangat detail dan mereka adalah orang yang paling teliti dibandingkan 3 karakter yang lainnya. Orang-orang jenius seperti Isaac Newton, Albert Einstein, William Shakespeare, Beethoven dan beberapa tokoh terkenal dunia ternyata adalah orang-orang melankolis! 

Orang-orang melankolis sangat idealis, perfeksionis dan serba sempurna. Mereka sangat teliti, bahkan orang jawa sering menyebutnya dengan istilah ‘kikrik’. Mereka adalah orang-orang yang cerdas, rapi dan sangat menyukai kejelasan informasi. 

Mereka adalah orang-orang penyendiri, dan mereka lebih senang menikmati semuanya dengan kesendirian. Apa maksudnya? Mereka tidak menyukai keramaian. Mereka tidak menyukai konser-konser musik yang ramai, sebaliknya mereka lebih menyukai untuk menikmati musik sendirian di kamar. Menikmati bait demi bait liriknya dan alunan iramanya. 

Mereka suka berbincang dan berdiskusi secara empat mata. Mereka tidak suka terlibat di keramaian, duduk paling depan. Melainkan mereka lebih suka duduk di belakang, atau samping yang tidak banyak orang melihat mereka. Dan justru dari situlah mereka bisa mengamati semuanya dengan sangat jelas.

Orang-orang melankolis memiliki perasaan yang sangat halus dan lembut sekali, sehingga mereka sangat mudah tersinggung.

Dan tahukah Anda apa yang terjadi jika mereka sudah tersinggung? Mereka bisa menyimpan dendam yang sangat lama.

Ada satu hal yang wajib Anda ketahui. Yaitu berhati-hatilah saat Anda mengucapkan kata-kata yang salah dan menyinggung perasaan mereka.

Mereka sangat cermat dalam berbicara, seakan-akan semua kata-katanya sudah ditata dengan sangat rapi, dan mereka tidak suka dengan orang yang terlalu banyak bicara (berbicara yang tidak penting). Apalagi berbicara hal-hal yang bertolak belakang dengan kepercayaan, masalah pribadi atau keyakinan mereka, maka mereka akan tersinggung saat itu juga.

Mereka menyukai drama, dan lagu-lagu yang mellow (lagu dengan alunan yang pelan). Mereka adalah orang yang paling mudah menangis dan paling mudah tersentuh (karena kelembutan hati mereka).

Gaya berbicara mereka cenderung pelan. Mereka bukan tipe orang yang suka bersuara keras, melainkan mereka cenderung menggunakan intonasi yang biasa saja namun berat dan dalam.

Ekspresi orang melankolis sebenarnya sangat mudah dikenali. Hal yang paling menonjol dari mereka adalah mata mereka berkaca-kaca seperti sedang mengeluarkan air mata dan seperti selalu memikirkan masalah. Hal ini sangat mudah Anda lihat jika mereka tidak menggunakan kacamata/soft lens. Namun jika Anda sudah terbiasa dan cermat, maka Anda juga bisa mengetahuinya dengan kondisi apapun.

Ada satu rahasia tentang orang melankolis. Rahasia ini merupakan karakter khusus yang hanya dimiliki oleh mereka saja. Entah kenapa orang melankolis merasa sebagai orang yang paling menderita di dunia ini. Entah kenapa mereka merasa selalu menjadi bahan pembicaraan orang-orang sekitarnya.

Mereka merasa seperti seakan-akan selalu digunjing oleh banyak orang di luar sana.

Memang terdengar hiperbolis (berlebihan) dan bukan bermaksud negatif terhadap orang melankolis, tapi memang itu yang mereka rasakan.

Mereka seperti memiliki radar tentang diri mereka, dan merasa sensitif jika diri mereka dibicarakan oleh orang lain.

Jika mereka mendapatkan masalah, maka akan terus ia pikirkan bahkan sampai terbawa mimpi.

Mereka orang yang cenderung selalu pesimis. Oleh karena itu dalam ekspresi wajah mereka, terlihat mereka selalu memikirkan sesuatu.

Lalu bagaimana cara berkomunikasi secara smart dengan orang-orang melankolis? 

Jika Anda berhadapan dengan orang melankolis, maka Anda harus berhati-hati dalam bertutur kata. Jangan pernah membahas hal-hal yang bersifat personil (pribadi). 

Pernah ada kejadian yang sampai sekarang sulit untuk saya lupakan. Waktu itu saya sedang bercengkrama dengan seorang pejabat. Beliau adalah seorang pegawai negeri sipil, perempuan senior yang memiliki pangkat cukup tinggi di tempat kerjanya. 

Sempat berbicang-bincang beberapa saat, kemudian saya bertanya tentang anak-anaknya, “Bu anaknya ada berapa?” Ternyata di luar dugaan pejabat tersebut menjawab bahwa ia belum memiliki anak. Hal ini sangat mengagetkan saya. Dan tahu apa yang terjadi kemudian? Pejabat itu tersinggung dengan pembicaraan saya. Pejabat itu tidak mau bertemu dengan saya lagi besoknya!

Jika orang melankolis tersinggung, maka ia tidak akan menunjukkan ekspresi tersinggung secara langsung. Ia akan mencoba menyembunyikan ekspresinya. Mukanya akan tampak biasa-biasa saja (walaupun sebenarnya jika Anda cermat, Anda tahu bahwa dia tersinggung dengan Anda).

Sebenarnya ia menyimpan rasa kebencian yang amat sangat, dan ia dapat menyimpan kebencian terhadap Anda sangat lama. Orang melankolis juga merupakan orang yang sulit untuk meminta maaf dan memberi maaf, sama halnya dengan orang koleris yang juga sulit meminta maaf. Jika Anda ingin mendapatkan maaf dari mereka maka perlu usaha yang ekstra keras.

Orang melankolis adalah orang yang sangat suka dipuji, dan mereka tahu mana pujian yang diberikan secara tulus dan mana yang berusaha menjilat mereka. Mereka menyukai pengakuan yang tulus dari hati, dan tidak menyukai tindakan manipulatif. Walau demikian, berhati-hatilah karena orang melankolis terkadang justru yang melakukan tindakan manipulatif.

Di setiap aktivitas orang melankolis, mereka memiliki iktikad atau tujuan yang sangat baik. Mereka orang yang berhati lembut, dan mereka sangat tidak ingin menyakiti perasaan lawan bicaranya. Dan mereka akan merasa tersinggung, jika maksud mereka ini justru disalahartikan, sehingga mereka merasa sakit hati jika merasa disakiti.

Merupakan suatu keberuntungan jika Anda berhasil menjadi sahabat dekat mereka, karena mereka sangat selektif dalam memilih sahabat. Orang melankolis cenderng tertutup, dan mereka hanya mau dekat dengan orang-orang yang benar-benar mereka merasa yakin.

Subscribe untuk artikel update:

0 Response to "Melankolis – Si Perfeksionis "

Posting Komentar