Siap Menjadi Pemimpin

Siap Menjadi Pemimpin
Manusia yang hidup berelompok tidak pernah lepas dari kepemimpinan. Dalam lingkup kecil, misalnya kelas, ada seorang pemimpin yang biasa disebut ketua kelas. Belum lagi dalam lingkup lebih luas, misalnya negara yang ada presiden. Kepemimpinan memang dibutuhkan oleh manusia untuk pengaturan hubungan dan menentukan tujuan bersama. 

Kepemimpinan telah menjadi suatu faktor penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam kehidupan organisasi. Seringkali dikatakan suatu organisasi atau kelompok akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan lain mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, dan juga menjadi faktor utama penentu keberhasilan dari suatu pekerjaan. 

Jika sudah seperti itu, seorang pemimpin ternyata memikul tugas yang tidak ringan. Ada banyak syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin adalah orang yang mempunyai beragam ketangguhan dalam dirinya sekaligus juga mampu membina hubungan baik dengan orang lain.

Apabila kepemimpinan dibatasi oleh aturan tertentu atau dikaitkan terjadinya dalam suatu organisasi tertentu, maka dinamakan manajemen. Kepemimpinan dapat terjadi dimana saja asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang–orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “manajemen” mempunyai makna:

1. penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; 

2. pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. 

Kepemimpinan sangat dekat dengan manajemen. Seorang pemimpin harus bisa mengatur (memanage) potensi yang ada di dalam lingkup organisasinya sekaligus juga bertanggung jawab atas jalannya kelompok tersebut. 

Dapat terjadi pada seseorang yang berperilaku sebagai seorang pemimpin, asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang-orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Akan tetapi, seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan pengatur untuk mempengaruhi perilaku orang-orang lain. Dengan kata lain seorang leader atau pemimpin belum tentu seorang pengatur, tetapi seorang pengatur bisa berperilaku sebagai seorang leader atau pemimpin. Misalnya, jika di kelasmu ada ketua kelas, belum tentu ia selalu menjadi orang yang memimpin jika kelasmu ada kegiatan. Ada orang lain yang bisa berposisi menjadi seorang pemimpin tanpa harus ada pengakuan formalitas.

Apakah kamu punya bakat jadi pemimpin? Perhatikan, apakah kamu selalu mengatur teman-teman mengenai kegiatan apa yang akan dilakukan? Apakah teman-temanmu dengan sukarela mengikuti kemauanmu? Apakah kamu selalu berani mengungkapkan pendapat dan meminta untuk diberi kesempatan menyanyi atau berdoa di depan kelas? Apakah kamu merasakan tingkat kepercayaan diri yang berbeda dengan teman-temanmu?

Mungkin, belum kamu menunjukkan perilaku yang menunjukkan karakter seorang pemimpin. Lalu, bagaimana cara mendorong kita untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan? Berikut ini beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk siap menjadi pemimpin. Hal-hal berikut merupakan pengenalan dasar menjadi pemimpin:

1. Tanyakan pada diri sendiri. Kamu bisa menanyakan pada diri sendiri: Apakah kamu siap menjadi pemimpin? Hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menjadi pemimpin itu? Layakkah kamu jadi pemimpin?

2. Kenalkan diri kamu pada para pemimpin. Kamu dapat mengenal mengenai sejumlah tokoh pemimpin, entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang yang ada di lingkungan sekitar. Saat melihat bagaimana pemimpin beraksi, kamu akan tahu bagaimana perilaku seorang pemimpin. Kelak, kamu pun akan meniru tingkah laku tersebut. 

3. Lakukan kegiatan yang membantu kamu menunjukkan kemampuan memimpin Kenalkan diri kamu pada kegiatan-kegiatan yang membantumu melakukan kemampuan memimpin. Misalnya, membantu mengatur barisan teman-teman saat acara di sekolah. Ketika kamu dibiasakan untuk melakukan hal-hal seperti ini, mereka juga akan mampu mempraktekkannya di rumah maupun di tempat lain.

Kiat-kiat tersebut dapat kamu praktekkan dalam lingkup kecil, misalnya di sekolah. Kamu dapat mengembangkan potensi kepemimpinan dengan mencoba menunjukkan diri dalam suatu kegiatan atau organisasi di sekolah. Hal ini tidak lain sebagai ajang pelatihan bagimu dalam memahami bagaimana proses menjadi sosok pemimpin ke depan.

Konsep kepemimpinan tidak terlepas dari adanya generasi unggul. Generasi unggul mempunyai kelebihan-kelebihan dan ciri khas tertentu. Sejarah sudah membuktikan bahwa kehadiran seorang pemimpin adalah melalui proses. Pemimpin sejati tidak lahir begitu saja. Pemimpin sejati lahir dari sikapnya yang selalu berbeda dengan yang lain dalam ranah keunggulan.

Masa depan tidak dapat dipisahkan dengan masa kini dan masa lampau. Begitu pula pemimpin masa depan, ia harus dapat berpikir secara menyeluruh melacak sejarah, menapakkan kakinya pada kekinian, serta sekaligus menaantang masa depan. Pemimpin sejati harus memperhatikan berbagai kendala masa lalu dan masa kini, tetapi ia pun harus memiliki daya cipta untuk membawa yang dipimpinnya ke dalam kehidupan yang lebih sejahtera lahir batin di masa depan. Ia harus dapat melihat ke belakang, ke dalam masanya, dan ke masa depan, dan memahami semua yang dilihatnya dalam rangka aspirasi semua. Pemimpin masa depan tidak mungkin bersandar semata-mata kepada kharisma, baik dari pembawaan, karena peran sejarah. 

Pemimpin masa depan adalah diri kalian sendiri yang entah untuk beberapa tahun atau puluhan tahun ke depan menjadi sosok yang siap mengatur negeri ini. Bayangkan kalau sekarang kamu masih duduk di kursi dan bermain dengan teman. Apakah kamu berpikiran bahwa beberapa tahun ke depan kamu adalah sosok yang siap mengatur keadaan dan orang lain? Jika kamu adalah sosok pribadi yang ungul, sikap untuk maju tentunya harus dimiliki dari sekarang. Sekolah bukan hanya sekadar tempat bertemu teman. Gali potensi dirimu selama di sekolah. Jika hanya belajar, tanpa mempunyai ketereampilan lain, percayalah kamu akan menjadi sosok yang kaku.

Kelebihan seorang pemimpin akan diukur dari prestasi nyata dan kualitas pemikirannya oleh lingkungan dan orang-orang yang setara dengannya. Para pemimpin nantinya mungkin tidak berbeda terlalu lebih dari yang lain. Namun, pemimpin yang dituntut adalah yang berjiwa kerakyatan dan sadar bahwa kepemimpinannya adalah mandat atau kepercayaan yang diberikan oleh yang dipimpin dan harus dipertanggungjawabkannya. Tidak mungkin lagi seorang pemimpin pada masa kini dan masa mendatang merasa kepemimpinannya itu sebagai haknya, entah karena keturunan, kekayaan, atau kepintarannya.

Subscribe untuk artikel update:

0 Response to "Siap Menjadi Pemimpin"

Posting Komentar