Dampak Junk Food Bagi Kesehatan Tubuh

Dampak Junk Food Bagi Kesehatan Tubuh
Dengan perubahan dan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi yang pesat di Negara Indonesia. Hal ini membuat seluruh masyarkat di Indonesia baik kalangan anak-anak, remaja bahkan sampai dewasa pun merasa mudah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan tentunya dengan waktu yang cepat. Sehingga merubah pola hidup serta gaya hidup mereka.

Kebiasaan pola hidup serta gaya hidup yang mengikuti kemajuan teknologi di Indonesia ini membuat mayoritas masyarakat Indonesia merasa harus menikmati masa-masa kemajuan ini dengan mengubah cara berpakaian mereka, alat elektronik yang digunakan, makanan, minuman dan lainnya. Nah disini saya akan membahas salah satu diantaranya yaitu makanan dan minuman siap saji. 

Makanan dan minuman siap saji ini biasanya dibutuhkan untuk mereka yang sedang menonton tv kesukaannya, mengerjakan tugasnya, atau mungkin sedang berbincang-bincang santai dengan teman-teman atau keluarganya. Ketika moment seperti ini siapapun menginginkan sesuatu yang mudah di dapatkan tanpa harus memasak lagi, membuat lagi atau menyeduh lagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk memesan junk food yang hanya menunggu sambil santai dan ketika pesanan datang tinggal saji lalu santap. Itu semua menjadi salah satu keuntungan dalam mengonsumi junk food yaitu, mudah dan praktis didapat.

Disisi lain menurut kutipan yang saya ambil dari karangan Fimela Editor, ia mengatakan bahwa ada 5 keuntungan dalam mengonsumsi makanan junk food diantaranya ialah; paling mudah ditemui, praktis, menunya cocok di semua lidah, harganya relative murah, promosi hadiah atau tempat bermain anak-anak di restoran cepat saji jauh lebih menarik.

Namun tanpa disadari junk food juga memiliki banyak dampak buruk bagi pengonsumsi yaitu mengandung sodium, saturated fat, dan 70% kalori serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Disisi lain apabila dilihat tidak hanya dari kandungannya saja junk food juga banyak mengandung zat pengawet dan zat adiktif yang membuat para pengonsumsi ketagihan. Risiko terkena kanker itu sangat besar apabila mengkonsumsi junk food baik itu kanker payudara maupun usus besar hal ini disebabkan oleh lemak yang sangat tinggi di dalamnya. Makanan cepat saji pun dapat merangsang osteoporosis dengan cepat ni diakibatkan protein hewani yang terkandung didalamnya. 

Selain itu junk food juga berpengaruh pada pubertas dini untuk remaja yang mana akan memicu pengeluaran hormon yang akan berpengaruh terhadap terjadinya menarche dan timbulnya tanda-tanda sekunder pada anak-anak lebih cepat dari usia normal. Pubertas dini itu ditandai dengan mulainya tanda pubertas sebelum umur 8 tahun atau sebelum usia 11 tahun terjadi menarche.

Junk food juga bisa menyebabkan perilaku remaja yang sering mengkonsumsinya. Hal ini dapat terlihat dari sikap kesehariannya ketika bersama teman-temannya untuk diskusi, bermain atau yang lainnya. Menurut icha Pamela dalam tulisannya yang berjudul perilaku konsumsi cepat saji pada remaja dan dampak bagi kesehatannya, saat ini banyak remaja yang menyukai junk food dan ini terlihat ketika mereka sedang bersama dengan teman sebayanya. Makanan cepat saji pun sudah diketahui berasal dari Negara barat yang mengandung lemak dan kalori pada umumnya. Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, maka dapat menyebabkan obesitas. Obesitas atau kegemukan ini dapat menimbulkan masalah gizi lainnya.

Berbagai penyakit yang didapatkan oleh para pengkonsumsi ini kurang lebih disebabkan Karena kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik memberikan pengaruh besar terhadap kegemukan karena berperan penting dalam pengaturan system tubuh dan penurunan resiko penyakit lain yang disebabkan oleh gizi lebih. Asupan energy yang besar pada anak-anak atau remaja yang mengkonsumsi junk food dalam jumlah yang banyak tanpa diimbangi dengan aktifitas fisik yang cukup dapat menyebabkan terjadinya kegemukan.

Balita, anak sekolah, remaja, orang dewasa, dan orang lanjut usia mereka berada pada satu golongan masyarakat dan mereka pun yang mengalami obesitas pada umumnya.Makanan yang harus dihindari oleh penderita obesitas adalah fast food. Fast food adalah makanan yang kalorinya tinggi tetapi rendah nutrisi, rendah vitamin, mineral, juga serat. Harganya lebih murah dan relative rasanya lebih enak dari makanan sehat. Kini fast food hadir dengan berbagai mavam bentuk yang menarik, yaitu seperti hamburger, hot dog, pizza, fried chicken, crepes, sosis goreng dan es krim.

1. Kandungan Makanan Instan atau Junk Food 

Ancaman potensial yang didapatkan dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu pertama aspek toksikologis (kategori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh), aspek mikrobiologis (mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan), keuda aspek imunopatologis (keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh) dan hal ini sudah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) .

Komposisi yang terdpat pada makanan cepat saji atau junk food pasti tidak lepas dari berbagai zat aditif, seperti MSG ( Mono Sodium Glutamat), berbagai jenis pewarna sintetis, juga pengawetseperti Natrium benzoat, dan lain-lain. Hal ini dapat dilakukan apabila kita teliti kembali secara cermat. 

Apabila menggunakan zat aditif secara berlebihan dan dikonsumsi secara terus menerus maka akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi kesehatan. Dampak negatif ini tidak akan dirasakan secara langsung oleh pengonsumsi ataupun pengguna zat aditif. Karena dampak ini dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang bahkan sampai puluhan tahun kemudian baru terasa akibatnya. Maka dari itulah kemungkinan dari pengonsumsi yang terbiasa dengan junk food tidak akan merasakannya secara cepat.

2. Pengaruh Zat Additive Bagi Kesehatan Tubuh 

a. Bahan Pewarna

Manfaat pewarna yang digunakan dalam makanan adalah bertujuan untuk menambah daya tarik dan meningkatkan selera makan. Tomat, wortel, kunir, kunyit, daun pandan, dan sejenisnya adalah zat pewarna makanan yang terbuat dari tumbuhan dan ini tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Zat warna sintetik adalah jenis zat aditif yang berbahaya jika dikonsumsi manusia. Apabila digunakan secara berlebihan dan terus menerus, maka zat warna sintetik akan tertimbun dalam tubuh dan dapat merusak fungsi organ-organ tertentu, terutama hati dan ginjal. Kemampuan hati sangat terbatas apabila harus melawan zat ini. Akan tetapi, jika zat swarna sintetik ini terdapat dalam hati maka hati pun akan dipaksa bekerja keras untuk merombak zat tersebut.

Dari organ hati, bahan aditif pewarna masuk ke dalam sistem peredaran darah dan selanjutnya ke ginjal. Ginjal pun harus bekerja keras agar bahan pewarna tersebut dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Beberapa zat-zat warna sintetik juga diduga bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan penyakit kanker. Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid itu adalah jenis penyakit kanker hati yang disebabkan oleh zat warna yang berada dalam ginjal dengan jangka waktu yang cukup lama dan kemudian menimbulkan alergi.

b. Bahan Pengawet 

Penggunaan bahan pengawet pada makanan bertujuan untuk mencegah atas kerusakan/pembusukan yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga makanan lebih tahan lama atau tidak mudah basi. Yang tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia salah satunya ialah bahan pengawet alami, misalnya pemanfaatan garam dapur untuk mengawetkan ikan asin. Namun yang membahayakan tubuh ialah bahan penggunaan pengawet sintetik. Natrium benzoat, BHT (butil hidroksi toluena), BHA (butil hidroksi anisol), kalium nitrat, asam sitrat, kalium nitrit, dan sejenisnya adalah beberapa contoh dari bahan pengawet sintetik. Bahan pengawet yang sering digunakan oleh industri untuk mengawetkan makanan kaleng adalah bahan-bahan pengawet sintetik.

BHT dan BHA dengsn asam sitrat juga sering digunakan untuk mengawetkan minyak agar tidak tengik. Nitrit biasa dipakai manusia untuk mengawetkan daging, padahal zat aditif ini dapat bereaksi dengan gugus amino dalam daging dan membentuk nitrosamina yang bersifat racun dan karsinogen.apabila orang yang alergi terhadapa aspirin menggunakan bahan pengawet sejenis BHT&BHA maka akan menyebabkan kelainan kromosom pada tubuhnya.

c. Pemanis Buatan

1) Macam – Macam Pemanis Buatan

Pertama siklamat, sudah lama diteliti tidak dianjurkan untuk anak, kerap dicampur dengan pemanis lain. Citarasanya, menyenangkan, karena bisa menutupi rasa pahit dan mempertajam rasa dari campuran. Di Negara Amerika sudah lama dilarang karena secara signifikan meningkatkan kejadian tumor buli – buli setelah penggunaan” siklamat dan sakarin sebanyak 2500mg /kg/hari. Kedua sakarin; (sweet and low) sudah dikenal 100 tahun lalu, namun masih diselidiki apakah mengandung zat Karsinogenik. manisnya 700 kali gula Aspartame; Nutrasweet,Equal) mengandung berbagai toksin yang meyebabkan gejala sakit kepala, alergi, dan gejala penyakit autoimun (autoimmune disease) serta menyebabkan penumpukan formaldehide yang merusak syaraf otak Sucralose; Klorinasi gula(sucrose), sudah bayak ditemukan efek samping seperti timbul rasa cemas, serangan panik, sakit kepala, gelisah, alergi dan diare. Ketiga xylitol; biasanya akan terasa dingin jika mencair dalam mulut, sering dipakai pada permen , tablet hisap Sorbitol; sudah dipakai selama 50 tahun terakhir. Xylitol ini apabila digunakan sebagai pemanis, rasanya lembut dan akan memberi efek dingin pada mulut.

2) Dampak bagi tubuh

Salah satu dampaknya ialah dapat meningkatkan resiko Obesitas, Meskipun mengandung rendah kalori, pemanis buatan dapat meningkatkan nafsu anak untuk mengkonsumsi makanan yang rasanya manis. Rasa nafsu inilah yang dapat meningkatkan resiko obesitas dan itu bisa terjadi karena tingginya proses metabolisme dalam tubuh. Jadi anak akan mencari makanan manis lain dan meningkatkan asupan kalori mereka sehingga, bisa terjadi kelebihan berat badan. Selain meningkatkan resiko obesitas pengaruh pemanis buatan ini bila sering dikonsumsi adalah dapat menyebabkan Karies gigi Diabetes Mellitus Panyakit kardiovaskuler, asteroklerosis Behavioral disturbance (sakit kepala, ganguan belajar, emosi dan mental).

Pemanis buatan juga dapat menyebabkan kanker kantong kemih (saccarin),gangguan saraf dan tumor otak (aspartan),mutagenik. 

3) Mono Sodium Glutamat (MSG) 

MSG adalah excitotoxin yaitu zat kimia yang merangsang dan dapat mematikan sel-sel otak, hal ini berdasarkan dari hasil pemikiran Russell Blaylock, penulis buku Excitotoxins – The Taste That Kills. Blaylock pun menyatakan bahwa MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, penyakit Parkinson, autisme serta ADD (attention deficit disorder).

MSG juga dapat meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker. Ketika konsumsi glutamat ditingkatkan, kanker akan tumbuh dengan cepat, dan kemudian ketika glutamat diberhentikan, secara dramatis pertumbuhan kanker melambat. Para peneliti telah melakukan beberapa eksperimen di mana mereka menggunakan pemblokir glutamat yang dikombinasi dengan pengobatan konvensional, seperti kemoterapi, dan hasilnya sangat baik. Pemblokiran glutamat secara teliti dapat meningkatkan efektivitas obat-obat anti kanker. MSG kerusakan otak,kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi. 

Menurut Blaylock berikut adalah beberapa efek samping dan gangguan spesifik yang berhubungan dengan MSG :

- Hilang ingatan 

- Mual 

- Alergi 

- Ruam 

- Serangan asma 

- Sakit kepala 

- Mulut terasa kering 

- Kejang

Hal lain yang juga yang perlu diwaspadai dari makanan cepat saji adalah bahaya yang terdapat pada kemasan. Menurut Ketua Federasi Pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia sistem pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety. Umumnya produsen jarang mempertimbangkan faktor kesehatan. Produsen memilih kemasan dengan pertimbangan tampilan yang menarik, melindungi produk yang dikemas dan faktor ekonomis. 

Bahan kemasan yang selama ini digunakan memiliki beberapa dampak negatif bagi kesehatan, diantaranya: plastik atau styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget) yang bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik, PVC (polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula) yang dapat menghambat produksi hormon testosteron, macam-macam kaleng (makanan buah, susu, makanan lauk-pauk) disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker.Dampak positif mengkonsumsi makanan siap saji ialah : 

- Hemat waktu dan biaya 

- Praktis 

- Mudah dalam persiapan 

- Mudah ditemukan/didapat 

- Dampak negative mengkonsumsi makanan siap 

- Kurang dalam kandungan gizi 

- Banyak mengandung Bahan Tambahan Pangan 

- Bisa menyebabkan gangguan kesehatan/efek dalam jangka panjang sebab kandungan garam sodium dan karbohidratnya sangat tinggi 

- Makanan cepat saji mengandung bahan penyedap buatan seperti Monosodium Glutamat (Vetsin) yang membuat makanan terasa terlalu gurih ketika dikonsumsi. Juga mengandung sakarin dan gula bit, sehingga makanan menjadi terlalu manis, akibatnya sulit diserap oleh tubuh. 

- Bahan penyedap dan pengawet buatan yang membuat jenis makanan berwarna-warni jika dikonsumsi terus menerus akan membahayakan tubuh, sebab zat pewarna ini berasal dari bahan kimia. 

- Dapat dikatakan pemborosan atau penghamburan uang, makanan ringan banyak disukai karena kemasannya bagus, menarik, iklannya terus menerus ditayangkan di televisi. Hal ini yang membuat orang penasaran dan tertarik untuk mencoba makanan tersebut. 

- Dapat mengurangi selera makan seseorang, sehingga dapat menghambat pertumbuhan. 

3. Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif sering Mengkonsumsi Junk Food 

Berikut ini upaya untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan beberapa cara antara lain: 

a. Secara Internal 

Meminimalisir konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Ada beberapa vitamin yang diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus sperti: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.Memberi pengertian dan informasi kepada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah untuk berpergian baik ke sekolah, kampus ataupun tempat kerja.

b. Secara Eksternal 

Produsen diperlukan untuk kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan Pemerintah tanpa mengurangi atau merahasiakannya; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Tetap meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembelaan untuk konsumen.

4. Tips untuk Menghindari Makanan dan minuman Instant atau Siap Saji

Disini ada beberpa tips sehat dala mengkonsumsi fried chicken. Fried chicken bukan hanya digemari di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Umumnya ayam yang disajikan adalah ayam ras yang dikembangbiakan dengan suntikan hormon sehingga tidak baik untuk tubuh. Kandungan minyak dan lemaknya sangat tinggi karena ayam digoreng dengan suhu yang tinggi ini mrnyrbabkan penyerapan yang dilakukan meinyak pun lebih tinggi atau sangat banyak. Untuk meminimalisir bahaya junk food ini, kita bisa menyisihkan kulit ayam ketika ingin dikonsumsi sehingga hanya mengkonsumsi bagian dari ayam. Kulit ayam mengandung banyak lemak. Pilihlah dada ayam daripada bagian paha karena kandungan lemakn bagian dada ayam lebih sedikit. Saat mengkonsumsi ayam lebih baik didampingi dengan menu yang sehat seperti salad sayur. Kemudian tips sehat mengkonsumi nugget dan sosis. Sosis dan nugget adalah junk food andalan ibu rumah tangga bila malas memasak karena hanya tinggal menggorengnya di dalam minyak panas sebagai lauk pauk ataupun jajanan untuk keluarga di rumah. Sebenarnya sosis dan nugget mengandung banyak sekali bahan perwarna dan pengawet buatan yang bisa memperberat kerja ginjal.

Bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini juga tidak diketahui dengan pasti. Bisa saja yang dipakai itu adalah tulang rawan, jeroan dan kulit yang bila dikonsumsi berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh. Alangkah lebih baik bila kita mengkonsumsi junk food dalam porsi kecil bila perlu berbagilah dengan teman jangan memakannya sendirian. Jangan lupa untuk tetap konsumsi buah dan sayur untuk mengurangi bahaya junk food yang kita santap. Selanjutnya ialah tips sehat mengkonsumsi bakso. Bakso merupakan junk food yang bisa dijumpai di mana-mana baik itu di pinggir jalan hingga di restoran berkelas pun ada menu bakso. Mengkonsumsi bakso juga tak boleh sembarangan bila tidak ingin merasakan bahaya junk food terhadap kesehatan tubuh. Bakso sangat kurang sehat untuk dikonsumsi harian karena daging yang digunakan untuk membuatnya itu biasanya mengandung banyak lemak yang bisa memicu penumpukan kolesterol di dalam tubuh pengkonsumsi. Bahkan ada juga penjual yang mencampur bakso dengan formalin dan boraks. Bila ingin membeli bakso, mintalah kepada penjual untuk tidak menambahkan MSG atau micin. Kemudian dapat diperhatikan saos yang digunakan oleh para penjual.

Bila tergolong tidak sehat, lebih baik tidak menggunakan saos tersebut. Tak ada salahnya bila pembeli meminta kepada penjual memberi lebih banyak sayur seperti tauge dan sawi untuk memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh. Ketahuilah dampak buruk dan resiko penyakit yang bisa ditimbulkan dari makanan siap saji atau junk food. Salah atu cara ampuh untuk menghentikan suatu kebiasaan buruk adalah dengan mengetahui dampak negative dan resiko yang biasa ditimbulkan dari kebiasaan buruk tersebut. Mengkonsumsi makanan siap saji atau junk food yang kurang nutrisi memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh manusia. Mulai dari masalah kegemukan, ancaman resiko terkena berbagai macam penyakit berbahaya dan mematikan, menurunnya kondisi kesehatan tubuh, sangat berdampak pada kondisi psikis yaitu bisa menimbulkan depresi.

Ketahui kandungan gizi yang anda makan. Dengan mengetahui kandungan gizi dari makanan yang dimakan, anda akan lebih mudah mengatur keinginan untuk membeli makanan siap saji.Bulatkan tekad untuk berhenti mengkonsumsi makanan siap saji. Setelah mengetahui kerugian-kerugian dan dampak negative junk food bagi tubuh anda, tentunya saat ini sudah muncul niat dalam diri masing-masing untuk menghentikan atau mengurangi kebiasaan buruk tersebut. Selanjutnya, bulatkan tekat untuk berhenti mengkonsumsi makan junk food dengan menghindari restoran junk food food. Perlahan-lahan beralihlah ke makanan yang sehat seperti buah dan sayuran. kemudian tumbuhkanlah kecintaan pada makanan sehat. Belajar memasak menjadi hal yang sangat baik untuk kesehtan maupun meningkatkan hobi baru sapalagi untuk perempuan. Apabila sudah meniliki kecintaan yang besar terhadap dunia masak-memasak maka akan timbul dengan sendirinya keinginan untuk memasak sendiri aneka makanan yang inginkan. Serta utamakanlah memasak makanan yang sehat atau yang mengandung 4 sehat 5 sempurna.

Berdasarkan pernyataan dari World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu aspek toksikologis (kategori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh), aspek mikrobiologis (mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan), aspek imunopatologis (keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh).

Apabila dicermati kembali komposisi pada makanan cepat saji atau junk food pasti tidak lepas dari berbagai zat aditif, seperti MSG (Mono Sodium Glutamat), berbagai jenis pewarna sintetis, juga pengawet seperti Natrium benzoat, dll. dampak negatif zat aditif yang terkandung dalam makanan cepat saji bisa terjadi sacara langsung maupun tidak langsung, bisa terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang bahkan hingga puluhan tahun kemudian baru terasa akibatnya. 

Zat aditif yang terdapat pada junk food ini berbagai macam dan memiliki pengaruh yang berbeda-beda bagi kesehatan tubuh diantaranya ialah Bahan pewarna yang mengandung Zat-zat warna sintetik tertentu juga diduga bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan penyakit kanker. Zat Warna menimbulkan alergi, menimbulkan kanker hati, menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid, Bahan pengawet seperti BHT&BHA menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin, dan Pemanis buatan yang berlebihan akan meningkatkan resiko obesitas, karies gigi Diabetes Mellitus Panyakit kardiovaskuler, asteroklerosis Behavioral disturbance (sakit kepala, ganguan belajar, emosi dan mental).

Subscribe untuk artikel update:

0 Response to "Dampak Junk Food Bagi Kesehatan Tubuh "

Posting Komentar