Home » , » Mengenal Motivasi untuk Rangkaian Kebutuhan Manusia

Mengenal Motivasi untuk Rangkaian Kebutuhan Manusia

Motivasi merupakan sebagai dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam motivasi tercakup konsep-konsep, seperti kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan berafiliasi, kebutuhan akan keingintahuan seseorang terhadap sesuatu dan kebiasaan. Adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi tujuan yang ingin dicapainya, sehingga menyebabkan seseorang berusaha untuk dapat memenuhinya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan proses interaksi dari beberapa unsur seperti keinginan yang hendak dipenuhinya, tingkah laku, tujuan dan umpan balik. Proses motivasi dasar (basic motivations process), dapat digambarkan dengan model di bawah.

Foto: basic motivations process

Istilah motivasi berasal dari kata motif, yang dapat diartikan sebagai kekuatan (energy) yang terdapat dalam diri manusia, yang menyebabkan setiap orang tersebut bertindak atau berbuat. Wujud motif tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat digambarkan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu. Pada diri manusia terdapat motif yang timbulnya tidak memerlukan rangsangan/ dorongan dari luar, karena sudah ada dalam diri individu setiap orang, yakni yang sesuai atau sejalan dengan kebutuhannya. Selain itu juga ada motif yang timbul karena adanya rangsangan/ dorongan dari luar individu, misalnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia terdapat minat yang positif terhadap kegiatan pendidikan dan pelatihan yang timbul karena melihat manfaatnya.

Adanya motif-motif tersebut, maka dapat diketahui bahwa perubahan perilaku seseorang terjadi apabila dia mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan/ tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Menurut maslow bahwa pada dasarnya tujuan tertentu pada seseorang manusia itu tidak lain adalah memenuhi kebutuhan (needs) yang belum terpuaskan. Kebutuhan manusia secara hierarkis ada lima tingkatan yang semuanya tidak kekal dalam diri manusia. Pertama, kebutuhan fisiologis (sandang, pangan). Kedua, kebutuhan rasa aman (bebas bahaya). Ketiga, kebutuhan kasih sayang. Keempat, kebutuhan dihargai dan dihormati. Kelima, kebutuhan aktualisasi diri.

Dalam dunia kediklatan, teori Maslow ini dapat diberlakukan dengan cara memenuhi kebutuhan peserta diklat, agar penyelenggaraan diklat dapat mencapai hasil diklat yang maksimal dan sebaik mungkin. Sebagai contoh, seorang Widyaiswara yang profesional dalam melaksanakan tugasnya akan selalu berupaya: dapat memahami keadaan peserta diklat secara perorangan, memelihara suasana belajar yang baik, keberadaan peserta diklat bebas dari rasa cemas, tercipta suasana kesiapan belajar dan ada rasa aman dalam belajar, serta mengusahakan lingkungan tempat belajar yang menyenangkan, bebas dari kebisingan atau polusi, tanpa gangguan dalam belajar. Contoh lainnya, Seorang Widyaiswara memberitahukan sasaran yang hendak dicapai dalam bentuk tujuan instruksional pada saat pembelajaran akan dimulai, sehingga peserta diklat dapat menimbulkan motif keberhasilan pada dirinya dalam mencapai sasaran/ tujuan pembelajaran pada diklat yang diikutinya.

Pemberian motivasi pada seseorang merupakan suatu mata rantai yang dimulai dari kebutuhan, karena dengan adanya kebutuhan ini akan menimbulkan keinginan, menyebabkan tensi, menimbulkan tindakan, menghasilkan kepuasan. Dari beberapa tahapan pemberian motivasi yang dipaparkan di atas ada dua faktor penentu perlu tidaknya seseorang diberikan motivasi, yaitu kebutuhan dan pengarahan perilaku.

Foto: Rangkaian kebutuhan manusia
Rangkaian kebutuhan manusia, yang merupakan dasar pemikiran perlu tidaknya seseorang diberikan motivasi dapat dilihat pada gambar di sebelah ini. Setiap individu memiliki kebutuhan yang kemudian mendorong keinginan untuk berusaha bagaimana caranya agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Keinginan yang belum terpenuhi akan menaikkan tensi atau menaikkan ketegangan. Ketegangan yang terjadi dalam diri seseorang dapat menimbulkan tindakan yang mengarah pada pencapaian tujuan. Berdasarkan tindakan yang dilakukan, individu tersebut memperoleh suatu hasil. Hasil inilah yang memberikan kepuasan bagi seseorang. Dengan kepuasan tersebut, maka terpenuhilah kebutuhan yang diinginkan.
« Prev Post Next Post » Beranda

Tokoh Penemu Terpilih

Artikel Menarik !

 
"Indahnya Berbagi Walau Hanya Selembar Kertas Bekas"
hibahkan Skripsi, Tesis, Jurnal, Buku, untuk disalurkan ke yang membutuhkan melalui website kami. dengan cara mengrimkan softcopy ke email: bukukerjakita@gmail.com

COPYRIGHT © 2014. ALL RIGHTS RESERVED
[Valid Atom 1.0]