Home » , , , » Mengenal Asuransi Syariah

Mengenal Asuransi Syariah

Asuransi Islam dikenal dengan istilah at-ta’min, penanggung disebut mu’amin, tertanggung disebut sebagai mu’amman lahu atau musta’min. At- ta’min di ambil dari amanah yang artinya memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut seperti yang disebut dalam QS. Quraisy (106): 4, yaitu “Dialah Allah yang mengamankan dari mereka dari ketakutan”.

Foto: Illustrasi
At-ta’min at-ta’awuni atau Asuransi tolong menolong adalah kesepakatan sejumlah orang untuk membayar sejumlah uang sebagai ganti rugi ketika salah seorang di antara mereka mendapatkan kemudratan.
Asuransi Syariah adalah usaha Asuransi yang dijalankan dengan prinsip-prinsip syariah, atau usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Oleh karena itu, terbentuklah usaha Asuransi Syariah berdasarkan prinsip ta’awun (tolong- menolong), saling bekerja sama, saling melindungi dalam pembayaran dan pengelolaan premi. Dana premi yang terkumpul diwakalahkan pada perusahaan Asuransi untuk mengelola berdasarkan prinsip syariah, mudharabah, musyarakah, wakalah bil ujrah dan tabarru’.

Dikalangan Muslim terdapat kesalahpahaman, bahwa Asuransi itu tidak Islami. Mereka berpendapat bahwa Asuransi sama dengan mengingkari rahmat ilahi. Hanya Allah yang bertanggung jawab untuk memberikan mata pencarian yang layak kepada kita.

Surah al-Maidah ayat 2
Artinya: “… tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya”. (Q.S, al-Maidah 5:2)

Surah al-Baqarah ayat 185
Artinya: “….Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu….” Q.S, al-Baqarah 2:185)

Surah al-Baqarah ayat 261
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang- orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir benih, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-nya) lagi maha mengetahui. (Q.S, al-Baqarah 2:261)

Surah al-Taghaabun ayat 11
Artinya: tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah….” (Q.S, al- Taghaabun 64:11)

Surah an-Naml ayat 64
Artinya: “…dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi ? apakah disamping Allah ada tuhan yang lain?...” (Q.S, An-Naml. 27:64)

Surah al-Hijr ayat 20
Artinya: “dan kami telah menjadikan untukmu dibumi keperluan- keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan memberi rezeki kepadanya.” (Q.S, Al-Hijr, 15:20)
Untuk memahami ayat-ayat ini dengan tepat kita harus lebih mendalami persoalannya. Maksud dari ayat-ayat ini tidak berarti bahwa Allah menyediakan makanan dan pakaian kepada kita tanpa usaha. Sebenarnya, semua ayat itu membicarakan tentang ekonomi dimasa depan yang penuh kedamaian, yang selalu dibayangkan Islam. Dan seperti yang dinyatakan dalam Islam bahwa manusia sebagai Khalifah Allah di Bumi, hanya dapat mempertahankan gelarnya yang agung bila ia melaksanakan perintah - perintah yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan penafsiran yang tepat. Allah menghendaki tiadanya orang yang kehilangan mata pencaharianya yang layak, dan ia harus kebal terhadap setiap gangguan apapun. Oleh karena itu adalah kewajiban tertinggi dari suatu negara untuk menjamin hal ini. Dan Asuransi membantu tercapainya tujuan ini.

« Prev Post Next Post » Beranda

Tokoh Penemu Terpilih

Artikel Menarik !

 
"Indahnya Berbagi Walau Hanya Selembar Kertas Bekas"
hibahkan Skripsi, Tesis, Jurnal, Buku, untuk disalurkan ke yang membutuhkan melalui website kami. dengan cara mengrimkan softcopy ke email: bukukerjakita@gmail.com

COPYRIGHT © 2014. ALL RIGHTS RESERVED
[Valid Atom 1.0]