Home » , , » Memahami Kuisioner Kepribadian (personality questionnaires)

Memahami Kuisioner Kepribadian (personality questionnaires)

Dua puluh tahun terakhir adalah masa-masa peningkatan penggunaan segala macam jenis tes psikologi. Sekarang ini jika Anda mencari pekerjaan, mulai dari perusahaan menengah hingga ke perusahaan besar, Anda akan dihadapkan pada 75 % kemungkinan untuk dites. Tes-tes tersebut digunakan di semua tingkatan; dari juru tulis dan karyawan produksi hingga staf manajer dan staf ahli.

Foto: Illustrasi
Titik berat pembahasan buku ini adalah pada tes kepribadian atau dalam istilah lain kuesioner kepribadian. Meskipun kata "tes" sudah digunakan secara luas, kata ini masih sering memberikan kesan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalamnya dapat menunjukkan kepribadian seseorang lebih baik dari kepribadian orang lain. Padahal, seberiarnya tidak demikian. Untuk menghindari kesalahpahaman, saya katakan bahwa sebenarnya fungsi tes di sini hanyalah untuk menggambarkan kepribadian seseorang yang berbeda-beda sesuai tuntutan pekerjaan tertentu.

Kuesioner kepribadian adalah tes yang penting mengingat kuesioner ini sangat populer dan telah digunakan untuk menilai lebih dari 35 juta orang per tahun. Tentu saja angka ini hanyalah perkiraan kasar. Meskipun demikian, jumlah tersebut cukup mengesankan. Salah satu alasan utama peningkatan penggunaan kuesioner ini adalah pergeseran kecenderungan masyarakat ke arah industri jasa sehingga kuesioner ini dapat dimanfaatkan untuk menilai hubungan kerja an tara seseorang dengan rekan kerja dan klien. Alasan lai nnya adalah kuesioner ini mampu memberikan informasi terpercaya yang tidak hanya cepat, tetapi juga murah karena dapat menilai banyak orang sekaligus. Kuesioner yang baik dapat menjadi cara yang lebih adil dalam menilai kepribadian seseorang dibandingkan dengan wawancara yang kadang-kadang sebagian penguj inya kurang berpengalaman di bidang ini.

Penggunaan kuesioner kepribadian bukanlah tanpa kritik. Banyak orang keberatan untuk dikelompok-kelompokkan dan bersikeras bahwa tidak mungkin sesuatu yang sangat rumit seperti kepribadian dapat diukur. Argumen ini masuk aka! meskipun tidak sepenuhnya benar. Kepribadian memang sangat rumit, tetapi selalu ada persarnaan dan perbedaan yangjelas antara satu orang dengan orang Jain dan itulah titik utama tujuan kuesioner kepribadian. Faktor-faktor yang ditemukan dalam kuesioner kepribadian ini dapat digunakan untuk membantu proses seleksi pekerjaan.

Titik berat utama yang lain dari kuesioner ini untuk menunjukkan bahwa orang-orang cenderung berperilaku berbeda dalam situasi yang berbeda-beda pula. Percaya atau tidak, Anda mungkin akan menemukan tindakan Anda saat menghadapi situasi tertentu selalu berkaitan dengan kepribadian Anda. Kuesioner kepribadian dapat memprediksikan hal-hal yang mungkin akan Anda lakukan . Bukan berarti Anda selalu mengerjakan hal-hal yang ama sepanjang waktu, melainkan menunjukkan bukti bahwa j.ika Anda dihadapkan situasi yang berbeda, Anda cenderung bersikap beda meskipun masih dalam koridor watak yang sama . Hal ini cukup masuk akal karena berdasarkan pengalaman pribadi kita tahu bahwa orang tidak sepenuhnya merespon ecara acak kejadian-kejadian yang dihadapinya, melainkan berdasar pola tertentu.
Selain itu, orang terlanjur yakin bahwa para pemilik kerja serta psikolog rnempunyai maksud buruk di balik penggunaan kuesioner ini. Apalagi, sebuah artikel di majalah baru-ban1 ini mengungkapkan istilah "inventori kepribadian". "Inventori" kadang-kadang digunakan sebagai sinonim kata "kuesioner" atau "tes". Kesan yang mungkin mu cul dari istilah "inventori kepribadian" adalah seseorang harus membuat daftar seluruh potensi atau usaha positif yang pernah dilakukannya. Akan tetapi, I agaimana dengan sisi negatif kepribadian itu sendiri? Menurut penulis setiap kuesioner kepribadian pasti mengukur sisi positif dan negatif seseorang. Meskipun demikian, kadang-kadangpenilaian kuesioner ini tidak dilakukan secara adil. Lagi pula, a.da beberapa kepribadian tertentu yang tidak termasuk kategori ' baik" atau "buruk" dan tidakjuga "positif' atau "negatif'. Sesuai atau tidak sesuai kepribadian Anda dengan tuntutan peke1jaan tc rtentu sepenuhnya bergantung pada apa yang Anda lakukan.

Jadi, kepribadian seperti apa yang umumnya dicari oleh para pemilik lapangan usahaPertanyaan ini akan dibahas secara lebih mcndetail dalam bab selanjutnya. Singkatnya, sekarang para pemilik lapangan usaha dapat memilih watak kepribadian dengan lebih bebas dan lebih tepat seperti yang mereka inginkan.

Kualifikasi dalam berbagai pekerjaan , seperti percaya diri, fleksibelitas, kemampuan perencanaan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim, sangatlah penting. Titik berat kualifikasi untuk posisi manajerial adalah kemampuan memimpin , mengarahkan,mmeecahkan masalah, dan memotivasi orang lain. Sedangkan , kualifikasi yang dibutuhkan oleh salesman adalah sebaliknya, yaitu kemampuan untuk memengaruhi, beradaptasi, terlihat ceria, dan percaya diri. Seluruh aspek kepribadian adalah kunci penting dalam pekerjaan. Misalnya, seorang manajer yang kurang lkk. ibel dan suka mendominasi sepertinya kurang akan berhasil,sementara salesman yang pemalu dan ragu-ragu sepertinya tidak berkembang Sebagai seorang pencari kerja sangatlah penting mengetahui kualifikasi apa yang dicari parapemilik lapangan kerja dan bagaimana cara mareka menilai anda. 

sumber: intisari buku personality questionnaires karangan mark parkinson
« Prev Post Next Post » Beranda

Tokoh Penemu Terpilih

Artikel Menarik !

 
"Indahnya Berbagi Walau Hanya Selembar Kertas Bekas"
hibahkan Skripsi, Tesis, Jurnal, Buku, untuk disalurkan ke yang membutuhkan melalui website kami. dengan cara mengrimkan softcopy ke email: bukukerjakita@gmail.com

COPYRIGHT © 2014. ALL RIGHTS RESERVED
[Valid Atom 1.0]