Home » , , » Dari Manakah Asal Kepribadian

Dari Manakah Asal Kepribadian

Paling tidak terdapat tiga jawaban untuk pertanyaan ini. Sebagian psikolog bersikeras bahwa kepribadian adalah masalah genetik, sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa kepribadian lebih dipengaruhi oleh cara Anda dibesarkan serta pengalaman hidup Anda. Sementara, ada pula yang yakin bahwa kepribadian adalah gabungan kedua pendapat sebelumnya. Apapun jawabannya, seperti kata pepatah : "Yakinlah bahwa pilihan Anda adalah jawaban yang paling tepat!"

Foto: Illustrasi
Jika kita mempelajari ketiga pendapat di atas lebih lanjut, akan terlihat aspek-aspek perilaku yang tampaknya muncul secara tomatis. Hal ini menyebabkan kita dapat mendeskripsikan tindakan tertentu sebagai "kodrat manusia atau tindakan alami manusia", yaitu implikasi bahwa beberapa pola perilaku berasal dari fungsi otomatis otak man usia. Akan tetapi , tidak seperti reaksi binatang, insting perilaku ini tidak terlalu kuat. Misalnya, rnes kipun wanita memiliki insting keibuan, insting ini tidak selalu ada dengan kadar yang sama dalam diri setiap wanita. Jika kadar insting ini sama pada setiap wanita, kita akan dapat meramalkan cara tepat seluruh rangkaian perilaku mereka. Akan tetapi, kitatidak bisa mel a kukannya karena stimulan yang sama tidak selalu menghasiJka n reaksi yang sama untuk setiap orang. Hal ini berarti bahwa sif at setiap orang berbeda satu sama Jain secara alami, misalnya rasa keibuan, mudah bergaul, kriminal, atau kreativitas.
Selain menganggap beberapa perilaku manusia sebagai "kodrat aJami", kita sering kali juga mencirikan orang berdasar penampilan fisik mereka, seperti orang yang tinggi besar adalah orang yang bahagia dan makmur dan orang yang kurus adalah orang yang suka menyelidik dan pemurung. Bahkan, sekitar tahun 1950-an seorang psikolog bernama Sheldon mengelompokkan orang ke dalam tiga tipe sesuai bentuk tubuh dan penampilan fisik mereka, yaitu:
  • Endomorphs. Endomorphs adalah jenis perawakan yang ditandai dengan lebih menonjolnya jaringan lemak dan kadang-kadang bersifat bawaan atau keturunan. Orang endomorphs berwajah bulat, agak gemuk, suka makan, minum, dan bergaul. Mereka suka bersosialisasi dengan orang lain.
  • Ectomorphs. Ectomorphs adalah jenis perawakan yang ditandai dengan lebih menonjolnya jaringan-jaringan kulit ari pacta orang yang tinggi kurus. Orang ectomorphs bertubuh kurus, baik hati, sensitif, dan cenderung mudah cemas. Mereka tidak suka berhubungan dengan banyak orang atau perkumpulan sosial dan cenderung bersikap dingin. 
  • Mesomorphs. Ajesomorphs adalah jenis perawakan yang ditandai dengan lebih unggulnya jaringan-jaringan tubuh yang berasaf dari otot. Orang mesomorphs sedikit berotot, fit, bugar, dan bersemangat. Dia mempunyai sifat terus terang atau blak-blakan. Kadang-kadang orang ini dianggap tidak berperasaan atau kurang sensitif.

Sekali lagi, gambaran di atas adalah pandangan umum mengenai kepribadian. Meskipun cukup menarik, tidak mengherankan jika hanya ada sedikit bukti hubungan antara bentuk fisik tubuh dan kepribadian. Hal ini mungkin akan mengecewakan para novelis yang sering kali menggunakan ukuran dan bentuk fisik sebagai indikator watak tokoh dalam karya mereka. Salah satu contoh terkenal adalah gambaran dari H.G. Wells dalam The Truth about Pyecraft: "Dia berperilaku persis seperti yang aku duga sebelumnya, watak umum yang dimiliki seorang lelaki gemuk pendek, kurang senonoh". Meskipun dernikian, tidak mustahil ada hubungan khusus yang mungkin muncul antara bentuk fisik tubuh dan perilaku sosial. Ini lebih baik daripada sekadar mengelompokkan seseorang secara sederhana dalam tiga kelompok besar. Oleh karena itu, jika sebagian besar orang dianggap ideal jika termasuk dalam kelompok orang yang ramah, hal ini akan memengaruhi orang lain dan mendorong mereka mengadaptasi watak ini, meskipun tidak sesuai dengan diri mereka yang sesungguhnya. Tidak tertutup kemungkinan dorongan ini akan membuat sebagian besar orang mulai berperilaku seperti yang diharapkan oleh masyarakat umum.

Sekarang ini ban yak psikolog yakin bahwa kepribadian juga dipengaruhi oleh sedikit unsur genetik. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruh terbesar kepribadian berasal dari cara Anda dibesarkan dan beberapa pengalaman hidup yang Anda peroleh . Sementara banyak orang yang tidak setuju dengan teori ini, sebuah pandangan baru yang menarik dicetuskan oleh seorang ahli teori psikologi kepribadian yang sangat terkemuka, Sigmund Freud. Teori psikoanalisisnya tidak mudah diintisarikan dalam beberapa kalimat. Singkatnya, dia bersikeras bahwa kepribadian s udah dibentuk sejak awal kehidupa n kita , terutama sebagai hasil pengalaman lima tahun kita yang pertama dan saat kita didorong oleh pengalaman akan kebutuhan dan kesenangan. Meskipun teoriini sangat luas pengaruhnya-kumpulan kerja Freud dimuat sampai 24 volume- sayangnya semua teori ini tidak dapat diujicobakan.

Psikoanalisis berbeda dari teori kepribadian modern yang l e bih menitikberatkan salah satu dari dua hal berikut ini, yaitu analisis sifat dan analisis jenis kepribadian. Pendekatan yang digunakan untuk kedua analisis ini berbeda bergantung pada prinsip yang mendasarinya. Meskipun demikian, keduanya berusaha untuk menyederhanakan perilaku berkaitan dengan gambaran kepribadian tertentu dan dirancang untuk mengurangi kerumitan penilaian perilaku sampai tingkat yang wajar. Seperti yang dapat Anda lihat saat kita mempelajari kuesioner itu nanti, kita mungkin menyempitkan kepribadian menjadi lima aspek utama yang biasanya disebut "dimensi".

Teori jenis kepribadian menempatkan orang dalam kelompok tertentu, misalnya kita dapat mengetahui seseorang sebagai orang yang ekstrover. Saat kita melakukan hal ini berarti kita menempat­ kan orang tersebut dalam kelompok tertentu, dalam hal ini adalah ekstrover, dan kita dapat mengklasifikasikan lagi watak ekstrover tersebut dalam kategori yang lebih kecil. Ini adalah cara yang umum untuk menggambarkan watak seseorang sehingga orang lain dapat mengetahui secara persis watak seperti apa yang kita maksudkan. Masalah yang mungkin muncul adalah tidak semua orang cocok dimasukkan dalam kategori tertentu, bahkan beberapa orang bisa jadi berwatak campuran antara ekstrover dan introver.

Sementara, teori sifat memungkinkan seseorang dideskripsi­ kan berdasarkan nilai mereka dalam sejumlah dimensi. Setiap dimensi menggambarkan sifat atau ciri yang berbeda. (Sifat adalah salah satu aspek kepribadian seseorang yang dapat dibandingkan dengan orang lain sehingga dapat diketahui sifat apa yang mempunyai pengaruh yang lebih kuat atau lebih lemah). Jelasnya, pendekatan ini memungkinkan kita mempelajari semua jenis kombinasi sifat yang berbeda-beda dan setiap orang dapat masuk ke dalam dimensi mana pun. Oleh sebab itu, meskipun ekstrover dan introver berada di kutub yang berlawanan, Anda dapat berada di dimensi mana pun, termasuk berada di tengah­ tengah antara keduanya.

Dalam beberapa hal perbedaan antara analisis jenis kepribadian dan sifat bukanlah persoalan. Akan tetapi, pendekatan sifat dapat memberikan keterangan yang lebih luas untuk melakukan perubahan dan m mungkinkan kita menghasilkan sifat yang lebih ban yak dai yang kita bandingkan. Analisis ini dapat memberikan gambaran kepribadian yang berbeda-beda dan jauh lebih adil daripada hanya sekadar mengelompokkan kepribadian dalam beberapa kategori. Meskipun demikian, sifat-sifat tersebut hanya dapat menggambarkan seperti apa diri kita, tanpa mampu menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi seperti diri kita sekarang ini.

Sumber: intisari buku personality questionnaires karangan mark parkinson
« Prev Post Next Post » Beranda

Tokoh Penemu Terpilih

Artikel Menarik !

 
"Indahnya Berbagi Walau Hanya Selembar Kertas Bekas"
hibahkan Skripsi, Tesis, Jurnal, Buku, untuk disalurkan ke yang membutuhkan melalui website kami. dengan cara mengrimkan softcopy ke email: bukukerjakita@gmail.com

COPYRIGHT © 2014. ALL RIGHTS RESERVED
[Valid Atom 1.0]