Home » , » Beberapa Kesalahan Umum pada Karier

Beberapa Kesalahan Umum pada Karier

Foto: Illustrasi
Merintis karier memang tidak mudah, pasti banyak hambatan yang akan kita temui. Terkadang, kita juga akan melakukan kesalahan, yang di antaranya mungkin berimbas pada kelangsungan karier di masa depan.

Sebuah survei tentang perilaku karyawan terkait perubahan pekerjaan menunjukkan, ada lima kesalahan karier yang biasa dilakukan seseorang. Kesalahan tersebut adalah (1) tidak melakukan riset yang cukup; (2) terlena oleh uang; (3) pindah "dari", bukan pindah "ke"; (4) terlalu menilai tinggi diri sendiri; dan (5) berpikir dalam jangka pendek.

1. Tidak melakukan riset yang cukup 

Riset bukan hanya langkah yang tepat dilakukan menjelang interview kerja. Sangatlah penting juga untuk mencari tahu apakah perusahaan baru akan membuat Anda bahagia. 

Salah seorang perekrut karyawan menyatakan, kebanyakan pekerja tidak meminta penjelasan tentang grafik kinerja. Mereka berasumsi bahwa titel pekerjaan telah mendeskripsikan semua tanggung jawab. Padahal, terkadang perusahaan memberi bumbu pada titel pekerjaan untuk menarik perhatian orang-orang berbakat. 

2. Pindah kerja untuk uang 

Karena uang menjadi ukuran paling mudah untuk menilai kesuksesan, seseorang kerap kali mengabaikan hal lain yang tidak bersifat kuantitatif seperti penghormatan, pemenuhan dan rekan kerja yang baik. Kondisi ini mengarahkan seseorang mendapatkan gaji lebih besar, tetapi kurang kebahagiaan. 

Banyak pekerja menganggap gaji tinggi adalah kompensasi untuk pengakuan, kepuasan pribadi, dan sebagainya. Mereka tidak mengambil waktu untuk introspeksi dan mencoba memahami mengapa mereka tidak bahagia di tempat kerjanya. 

3. Pindah "dari", bukan "ke"

Ini adalah kesalahan paling umum. Banyak pekerja berusaha keras untuk melarikan diri dari tempatnya bekerja sekarang; dan tidak memperhatikan ke mana mereka menuju.

Menurut banyak perekrut karyawan, orang-orang seperti ini sebenarnya terjebak. Bukannya merencanakan arah karier, mereka malah berpindah dari satu krisis ke krisis lainnya. 

4. Terlalu menilai tinggi diri sendiri

Kepercayaan diri memang penting, tetapi Anda perlu waspada jika terlalu percaya diri. Buktinya, banyak orang menilai kemampuan mereka dalam menangani tantangan sebuah peran baru terlalu tinggi. 

Mereka melihat perusahaan saat ini sebagai sebuah masalah, dan tidak menyadari bahwa mereka sendiri mungkin menjadi bagian masalah itu. Peningkatan citra diri ini juga menyebabkan pencari kerja melebih-lebihkan kemampuan mereka dalam mengatasi posisi baru. 

5. Tidak berpikir jangka panjang 

Pekerja berkualitas akan mengambil berbagai tawaran yang lebih besar dan lebih baik yang cocok bagi mereka. Banyak pekerja kelas A ini menyadari pentingnya nilai-nilai yang melekat pada kolega mereka, konteks, hubungan dengan orang lain dan cukup pandai untuk bertahan dengan hal-hal baik. 

Tipe pekerja ini juga tidak sering pindah ke kompetitor, meskipun mereka mungkin mendapat lebih banyak tawaran. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja kelas A merasa memiliki track record yang harus mereka lindungi ketimbang rekan-rekannya yang tidak sabar dalam merintis karier.

Sumber: The Week
« Prev Post Next Post » Beranda

Tokoh Penemu Terpilih

Artikel Menarik !

 
"Indahnya Berbagi Walau Hanya Selembar Kertas Bekas"
hibahkan Skripsi, Tesis, Jurnal, Buku, untuk disalurkan ke yang membutuhkan melalui website kami. dengan cara mengrimkan softcopy ke email: bukukerjakita@gmail.com

COPYRIGHT © 2014. ALL RIGHTS RESERVED
[Valid Atom 1.0]